Kopi sama dengan Khamr?

Kopi = Khamr

Saya pernah membaca tulisan bahwa kopi itu khamr. Apakah betul demikian? Lalu apa hukum kopi?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Barangkali tulisan itu menyimpulkan dari sisi makna bahasa.

Dalam bahasa arab, kopi disebut dengan qahwah [قهوة]. Dan kata qahwah secara bahasa artinya khamr. Hasan Said al-Karmi – seorang ahli bahasa asal Palestina, dalam bukunya yang berjudul ‘Qoul ala Qoul’ mengatakan,

كلمة ” قهوة ” معناها في الأصل ” الخمر “، ويتّضح ذلك من مراجعة الكلمة في جميع القواميس

“Kata qahwah secara bahasa maknanya adalah khamr. Ini bisa kita lihat dengan jelas, ketika merujuk keterangan kata ini dalam semua kamus.” (Qoul ala Qoul, 3/117).

Kemudian al-Karmi menyebutkan beberapa bait syair arab yang mengisyaratkan makna itu.

kopi pagi

Mengapa Khamr Disebut Qahwah?

Qahwah berasal dari kata aqhaa – yuqhii yang artinya membuat kenyang. Bisa juga diartikan, membuat tidak suka dan menghindari makanan.

Al-Bairuni mengatakan,

قال الأزهري ( ت 370 هـ ) في ” تهذيب اللغة ” : القهوة : الخمر ؛ سُمِّيتْ قهوةً ، لأنها تُقهِي الإنسانَ : أي تُشْبِعُه . وقال غيره : سُمِّيتْ قهوة ؛ لأنّ شاربَها يُقْهِي عن الطعام : أي يكرهه ويأجَمُه

Al-Azhari (w. 370 H) dalam kitab Tahdzib al-Lughah mengatakan, ‘al-Qahwah’ itu khamr. Disebut ‘qahwah’ karena membuat iqha manusia, artinya membuat kenyang manusia. ada juga yang mengatakan, disebut qahwah, karena orang yang meminumnya yuqhi ‘an at-Tha’am, artinya membenci makanan dan merasa bosan darinya.

espresso single origin

Jawaban ini bukan bermaksud menghukumi bahwa kopi itu terlarang apalagi menyebutnya haram. Beberapa ulama membela halalnya kopi, bahkan Dr. Bakr Abu Zaid memiliki tulisan khusus untuk menegaskan halalnya kopi, yang berjudul ‘Itsarah an-Nakhwah bi Hilli al-Qahwah.

Demikian, Allahu a’lam..

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

======================

Tulisan disalin dari link di bawah ini

Baca selengkapnya https://konsultasisyariah.com/32001-ternyata-kopi-itu-khamr.html

Solusi Modal Tanpa Riba

Bismillah….

Alhamdulillah, saat ini gerakan anti riba telah merebak di mana-mana. Di era informasi seperti ini, begitu dahsyat banjir informasi bahkan hingga ke rumah-rumah dan ruang pribadi tanpa dapat kita cegah. Dan gerakan anti riba pun termasuk yang memanfaatkan dahsyatnya teknologi informasi, sehingga dakwah anti riba telah menyebar merata hingga ke pelosok negeri, atas izin Allah tentunya.

Tingginya semangat umat dalam gerakan anti riba bukannya tak mengalami halangan dan rintangan. Mulai dari faktor eksternal yaitu para pelaku bisnis riba mulai dari kelas banke (bank keliling) yang menyasar masyarakat kalangan ekonomi bawah, hingga kelas bank yang secara legal diakui bukannya hanya lembaganya saja yang legal tetapi praktik bisnisnya pun legal secara hukum positif di Indonesia, yang melakukan counter terhadap gerakan anti riba dengan makin masifnya mereka beriklan hingga membuat aplikasi-aplikasi yang -katanya fintech- memudahkan orang untuk berhutang riba secara online. Apalagi saat makin banyak para pegawai bank yang resign karena tak ingin bergelimang dengan dosa riba terus-menerus.

Dari faktor internal sendiri, tauhid yang belum kuat atau belum ditempa dengan kuat sehingga mudah goyah dan kembali terjerumus dosa riba, atau setidaknya mereka mengeluh “jangan hanya katakan ini riba, itu riba, tapi tidak ada solusinya, mana solusinya…pinjami kami uang dong tanpa bunga”, dan lain-lain…..

Ini sebagai bentuk kurang kuat tertanamnya tauhid di hati kita, yang masih menganggap dengan meninggalkan riba hidup menjadi lebih susah dan lain sebagainya. Padahal justru dengan meninggalkan riba, hati lebih tenteram dan tenang walau tak nampak harta bergelimang. Buat apa bergelimang harta kalo hasil riba. Betul tidak?

Sudah banyak kisah-kisah inspiratif dari para mantan pelaku riba baik di lembaga perbankan konvensional, leasing, asuransi dan lainnya. Tidakkah kita mengambil pelajaran dari pengalaman saudara-saudara kita yang hidupnya berantakan, tak ada ketenangan karena riba. Tidak sulit untuk kita mencari cerita-cerita di atas, gabung saja di salah satu group atau komunitas anti riba, maka akan didapati banyak sekali cerita derita akibat riba. Ya iya lah, nantang perang sama Allah dan Rasul-Nya, mana bisa menang…

Lalu solusinya gimana? Ya tinggalkan, tinggalkan riba sekarang juga ga pake entar. Lalu bertaubat…itu solusi awal yang harus dilakukan.

Selanjutnya, mari kita belajar, bagaimana menumbuhkan kembali tauhid dalam diri kita, menguatkannya dengan banyak mengikuti kajian-kajian tantang tauhid, akidah, keimanan….Agar hati ini tetap dalam ketaqwaan, dalam kepasrahan kepada Allah Subahanahu Wa Ta’ala.

Bagi yang ingin mmeluai usaha sendiri, ini ada buku tentang bagaimana mencari modal tanpa riba. Pembahasannya di awali dengan keimanan lalu fikh muamalah, terakhir solusi mencari modal tanpa riba. Semoga buku “Solusi Modal Tanpa Riba” ini menjadi solusi bagi Anda yang bingung setelah keluar dari kubangan riba.

Semoga Allah mudahkan urusan kita semua.

Solusi Modal Tanpa Riba karya

Ustadz Ahmad Suryana, DBA

Untuk pemesana buku, silakan hubungi WA : 087770878086